CINTA SEJATI SEORANG PILOT TEMPUR

 

Mayor Orestes Lorenzo Perez adalah seorang pilot tempur AU Kuba. Pernah bertugas di Anggola untuk mendukung pemerintah komunis melawan pembrontak dan mendapatkan beasiswa di sekolah militer milik Soviet di Rusia. Terpengaruh oleh program Glasnost dan Perestroika yang digaungkan pemerintah Gorbachev membuatnya menjadi terbuka pada perubahan.



Seiring dengan semakin ketatnya pengawasan terhadap personil militer Kuba, membuat Lorenzo gerah dan kemudian merencanakan pembelotan ke Amerika. Terlebih lagi dengan hukuman mati yang pada Jenderal yang pro Glasnost dan Perestroika, Arnaldo Tomás Ochoa Sánchez, pada tahun 1989. Dia merasa masa depan di Kuba akan suram. Dia sudah memberitahukan kepada istrinya untuk membelot. Sebagai orang yang religius dia meminta istrinya, berdoa supaya rencananya mulus dan berjanji akan menjemput istri dan kedua anaknya ke Amerika.

Pada tanggal 20 maret 1991, dia menerbangkan Mig-23BN ke bandara AU AS di Key West, Florida. Setelah berputar tiga kali dan memohon agar jangan ditembak oleh senjata anti pesawat, dia ijinkan mendarat dan mengajukan suaka dan diterima oleh pemerintah Amerika.

Sementara itu istrinya di rumah berdoa sambil mendengarkan radio, tetapi bersikap pura-pura tidak tahu akan rencana Lorenzo yang mau kabur.

Setelah mendarat, dia mendapatkan suaka di Amerika, tetapi ini belum sepenuhnya membuat bahagia karena istrinya, Victoria dan kedua anaknya masih di Kuba. Suakanya langsung diterima dan visa Amerika untuk istri dan kedua anaknya dikeluarkan tetapi di tolak Fidel Castro, meski Presiden George Bush Sr yang secara langsung meminta pada Fidel. Presiden Kuba, Fidel Castro, Menantang Lorenzo "Jika jantan jemput sendiri istrimu" 

Berbagai usaha dilakukan oleh Lorenzo, seperti mengirim ratusan surat ke berbagai organisasi kemanusiaan dan para pejabat dunia untuk meminta dukungan agar Victoria dan kedua anaknya bisa dibebaskan untuk datang ke Amerika. Lorenzo juga pernah mogok makan pada saat diadakan satu pertandingan Olimpiade yang diadakan di Madrid, Spanyol ( Olimpiade Barcelona 1992).

Semua hasilnya nihil, sehingga di ada pasa satu titik bahwa satu-satunya cara untuk bisa berkumpul dengan keluarganya adalah dengan menjemput langsung mereka dan membawanya ke Amerika. Dengan bantuan turis Meksiko, dia mengirimkan surat dengan tulisan tangan kepada istrinya untuk bersiap berada di titik jemput pada tanggal dan tempat yang sudah ditentukan dengan mengenakan baju oranye. Untuk memastikan pesanya sudah diterima Victoria menelpon Lorenzo dengan sandi khusus.

Dengan bantuan Lembaga Valladares, Lorenzo mendapatkan sebuah pesawat Cessna 310 buatan tahun 1869 seharga $30.000. meski Lorenzo seorang pilot tempur tetapi dia masih harus belajar kembali menerbangkan pesawat sipil. Setelah beberapa kali berlatih dan mendapatkan SIM terbang, Lorenzo memantapkan tekadnya meski harus menjalankan “mission impossible” dengan taruhan nyawa.



Pada tanggal 19 Desember 1992 pukul 05.07 pagi, Lorenzo terbang dengan Cessna 310 dengan empat kursi untuk menjemput keluarganya. Dia terbang rendah di laut lepas menuju Kuba untuk menghindari deteksi radar Kuba. Setelah melewati pantai kuba dia melihat orang berpakai oranye cerah sudah menunggu di tepi jalan tol. Tetapi ada mobil pick up dan bus  yang melintas berlawanan arah, Lorenzo berhenti diantara kedua kendaraan itu. Sehingga kedua mobil melakukan rem mendadak.

Lorenzo segera membukakan pintu pesawat yang ternyata sedang rusak, kemudian dia berteriak menyuruh anak dan istrinya untuk segera masuk, tanpa sempat berpelukan, Lorenzo kembali tancap gas tuk lepas landas meski pintu pesawat belum tertutup sempurna, Dia langsung menerbangkan pesawatnya kembali ke Florida dengan kecepatan penuh. Victoria dan kedua anaknya berpelukan tanpa sempat memakai ikat pinggang pengaman saat pesawat lepas landas. Victoria mempimpin kedua anaknya agar berdoa selama perjalanan. Hanya dengan waktu 100 menit Lorenzo kembali mendarat di Amerika dengan membawa anak dan istrinya dengan selamat.

Kedatangan keluarga Orestes Lorenzo Peres disambut oleh para wartawan di bandara Marathon Key dan beritanya menjadi headline dunia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cebol Melawan Stigma

Donat Jadi penyelamat Pengungsi Kamboja